Buka konten utama.
Panduan Perjalanan

Yang layak dikunjungi di Bangkok – Panduan tamasya ke Bangkok

Temukan tempat untuk menginap

Pelajari info tentang atraksi dan objek wisata paling memikat di Bangkok.
Yang layak dikunjungi di Bangkok – Panduan tamasya ke Bangkok

 

 

Bangkok adalah kota yang penuh dengan kontras. Dari kompleks perbelanjaan bintang lima sampai kuil berusia ratusan tahun untuk pencarian rohani, kota kosmopolitan yang memesona ini menawarkan sesuatu untuk setiap orang. Para pecinta seni, pengagum alam, pemburu budaya, pencari ketegangan, dan yang sekadar ingin melihat sesuatu yang luar biasa berbaur saat mereka mengunjungi Bangkok.
Kebanyakan turis akan tiba di Bangkok dan, setelah menyesuaikan diri dengan udaranya yang panas, langsung menuju ke situs bersejarah terpenting di kota ini – Istana Kerajaan. Inilah atraksi wisata utama di Bangkok dan Thailand. Meskipun tidak lagi ditempati oleh Raja Thailand, namun istana ini masih sering digunakan untuk acara seremonial kerajaan. Pengunjung tidak diperkenankan memasuki areal istana kecuali bila mereka mematuhi aturan berbusana dan berperilaku yang ketat. Di dalam areal istana terdapat Kuil Buddha Zamrud (Wat Phra Kaew), yang berdiri sebagai kuil paling dihormati di Thailand. Kuil yang dibangun pada tahun 1784 ini menyimpan salah satu ikon terbesar agama Buddha – patung Buddha Zamrud.

 

 

Di sebelah Istana Kerajaan terdapat kuil Buddha terkenal lainnya; Wat Pho. Bangunan megah ini adalah kuil terbesar di ibu kota Thailand, sekaligus yang tertua. Kuil ini dikenal luas dengan nama Kuil Buddha Berbaring, karena di balik dindingnya yang disembah berbaring patung monolitik Sang Buddha dengan posisi kepala bertopang pada tangan. Pengunjung harus memasuki kuil dari pintu masuk selatan di Chetuphon Road, yang memberikan akses yang jauh lebih baik ke objek wisata ini dan arealnya yang megah.

 

 

Dengan naik feri sebentar dari Istana Kerajaan, pengunjung bisa melihat kuil mengagumkan lainnya, yang terkenal karena prang-nya yang tinggi dan fasadnya yang berkilau. Secara resmi kuil yang disebut Wat Arun (Kuil Sang Fajar) ini merupakan bagian yang megah dari objek wisata Thonburi. Keping-keping porselen dari keramik China membungkus struktur utamanya, yang membuatnya berkilau mengagumkan saat sinar matahari menerpa di siang hari.

 

 

Istana Chitralada sekarang menjadi kediaman raja Thailand, Raja Rama IX. Baginda pindah dari Istana Kerajaan setelah saudaranya, King Rama VIII, meninggal dunia secara mendadak, dan menjadi raja Thailand pertama dalam sejarah yang berdiam di luar Istana Kerajaan. Pengunjung diperbolehkan memasuki istana kerajaan dengan izin khusus, dan mereka tidak akan kecewa. Secara umum, istana ini bukan merupakan area publik, namun pajangan yang mengelilinginya menunjukkan kecintaan sang raja pada pertanian dan sangat layak untuk dieksplorasi.

 

Dengan naik taksi sebentar dari Istana Kerajaan, Istana Chitralada, dan lokasi kerajaan lainnya, pengunjung akan menemukan Wat Saket yang terkenal itu. Kuil ini secara resmi disebut Wat Saket Ratcha Wora Maha Wihan, dan menjadi salah satu objek wisata utama di Bangkok. Selama pembangunan chedi aslinya pada akhir 1700-an, struktur ini roboh. Pada akhirnya, sisa-sisa tanah dan puing-puing bangunannya tertutup tanaman dan sekarang menjadi anjungan pandang yang indah dan populer yang disebut Gunung Emas. Pemandangan indah yang terhampar di sebagian Bangkok terlihat dari sini.

 

 

Meskipun sebagian besar penduduk Bangkok beragama Buddha, namun salah satu tempat yang paling disegani di kota ini adalah Kuil Erawan, di Ratchaprasong. Dengan dua menit berjalan kaki dari stasiun kereta api Chitlom Sky, pengunjung akan menemukan tempat suci umat Hindu ini dalam bentuk patung Dewa Brahma. Penyembahnya berasal dari seluruh penjuru Asia yang datang untuk memuja dewa empat wajah tersebut, kapan pun sepanjang hari. Tempat suci ini terletak di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial Bangkok, dan dekat sekali dengan pusat perbelanjaan seperti Gaysorn Plaza, Siam Paragon, dan Central World.

 

 

Bangkok adalah kota yang sangat besar, namun sebagian besar objek wisata yang disebutkan di atas bisa dikunjungi dengan 20 menit naik taksi dari satu tempat ke tempat berikutnya. Meskipun demikian, untuk melihat seluruh ibu kota ini diperlukan waktu berhari-hari mengingat banyaknya liku-liku di pusat Asia Tenggara yang sibuk ini.